Kamis, 23 Mei 2013

make everybody amazed~



Hei para remaja yang masih mencari jati diri hahaha. Gimana sih perasaan kalian pas tahu sekolah yang kalian idam-idamkan sedari dulu itu jauh bertolak belakang dengan yang diidamkan? Pastinya kecewa banget dong. Kita berharap banget sekolah yang nyaman, aman, tentram, dan damai. Itu sekolah atau kuburan ya?
Remaja seusia kita, selalu ingin yang enak. Begitupun dengan orang tua dari masing-masing murid yang selalui ingin memberikan yang terbaik bagi anaknya, salah satunya dengan tidak sembarang memilih sekolah. Fasilitas yang lengkap, lingkungan yang bersih merupakan pandangan utama ketika memilih sekolah tentunya. Cerita dikit nih tentang sekolahku ya bisa dibilang curcol lah yaa hahaha. Fasilitas di sekolahku bisa dibilang fifty:fifty. Setengah komplit setengah engga #nahloh pusing. Lab komputer, fisika,biologi ada. Tapiii sayang bangeudzt *alay, pemeliharaannya kurang sekali dan peralatannyapun jarang sekali ditemukan bisa dibilang kayak abis dijajah barangnya berceceran kemana-mana.
Yang paling anehnya, itu lab bukan dipake buat praktik tapi malah dipake buat memfoto siswa dengan ukuran3x4 lah, rapat  MGMP, dipake untuk berbagai penyeleksian. Entahlah, mungkin dari tahun ke tahun sudah beralih fungsi -_-. Kalo lab komputer sih no comment udah top deh ya walaupun tempat mengoprasikan komputernya dengan “ngampar lesehan” alias gak pake kursi :D. sekolahku di cap sebagai sekolah favorit, letaknya yang sangat strategis, terletak di tengah-tengah kota, tapi keadaan didalamnya tidak mendukung dengan kata favorit tadi. Kenapa? Because lingkungan sekolahku itu cetar membahana badai halilintar bro :D nah, gara-gara halilintar itu yang buat sekolahku daun berterbangan, sampah terlihat di sudut-sudut halaman, belum lagi pot tanaman hasil praktik PLH yang pada hilang entah kemana. Sudah tahu dong kondisi lingkungan sekolahku seperti apa? :D pantas gak sih disebut favorit?
Aku kadang sering sekali mengeluh dengan keadaan sekolahku. Ya walau bagaimanapun itu kan sekolahku. Sekolah merupakan tempat kedua setelah rumah. Apabila rumahku kotor, tentu aku merasa risih dengan keadaan itu. Belum lagi pintu kelas banyak yang rusak akibat murid-murid yang semena-mena menggunakan kelasnya seperti lapangan. Adalah aturan bermain bola di dalam kelas-_- gak usah tanggung-tanggung, main tenis aja sekalian di kelas bukan 2 paling 5 kaca yang pecah. Andaikan sekolahku ada kotak aspirasi, supaya siswa dapat berkomentar dengan apa yang dilihatnya. Boro-boro, mading (papan informasi) aja rusak. Mirisnya lagi wastafel yang baru dibuat tinggal menunggu airnya berjalan lancar, sudah rusak duluan. Aku sendiri pun belum pernah mencuci tangan di wastafel depan kelasku, keburu diambil oleh yang maha kuasa wastafelnya L. Kadang, kalo ngomongin soal lingkungan gak bakal selesai-selesai. Mungkin memang terlalu banyak yang musti dibedah dan diselesaikan :D
Peran guru pun sangat dibutuhkan dalam memberi peringatan bagi siswa yang merusak fasilitas sekolah. Memberi contoh dan penyuluhan tentang merawat lungkungan dengan baik dan benar. Kalo soal lingkungan, ini lebih ditugaskan kepada guru PLH. Tapi bagaimana jika gurunya sendiri tidak memberikan materi secara rinci dan mempraktikkannya di lapangan agar siswa dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka. Aku menginginkan sekali dapat belajar memanfaatkan sampah di sekolahku. Ya misalnya saja membuat pupuk organik, membuat berbagai kerajinan dari sampah, dan sebagainya. Tapi apa yang kudapat dari guruku?
Hanyalah materi secara lisan lalu sesudah itu langsung deh dikasih ulangan. Apabangetz kan yaa?. Kata guru ipaku "guru gak pernah salah". lalu, jika guru PLH merokok di sekitar sekolah padahal katanya asap rokok itu polusi, siapa yang musti disalahkan? Tukang rokok? Jangan sampai yang harus disalahkan rokoknya. Untung saja yang bilang begitu guru favoritku, coba guru PLH nya sendiri? Rasanya pengen ngacak-ngacak septic tank saking kesalnya. Menyebalkannya lagi ketika guru PLH menugasi setiap kelas untuk melukis tong sampah semenarik mungkin, dan yang paling menarik, akan mendapatkan hadiah. Bagaimana tidak sebal aku dan teman-temanku sudah seharian bahkan sampai malam mengerjakan tong sampah, sampai aku pun sempat dimarahi oleh ibuku, tapi kami sangat mengagumi hasil kami. Tapi apa hasilnya? Guru itu tidak sama sekali tidak mengumumkan kelas mana yang paling bagus. Lama kemudian, ada temanku yang bilang bahwa yang memenangi melukis tong sampah adalah kelas kami. Yasudahlah lupakan. Tong sampahnyapun sudah hilang entah kemana. Tugas yang paling menyebalkan yang pernah ada.
Guru itu unik, memunculkan karakter yang berbeda-beda tapi mempunyai tujuan yang sama, yaitu membentuk generasi bangsa yang berkualitas. Sering kita mencirikan mana yang merupakan guru favorit, guru killer or galak, guru cantik, guru baik, de.elel. Tentunya kita ingin saat belajar, kita enjoy dengan guru kita. Tidak merasa tertekan dan materi yang diajarkan sampai dengan selamat ke otak. Realitanya, guru killer paling/sangat/banget/more ditakuti oleh siswa. Mungkin memang jarang ketawa? Terlalu stres memikirkan beras di rumah masih ada atau tidak? Jarang bergaul? kata ibuku jika kita tidak suka dengan salah satu guru, jangan membuat kita terpuruk olehnya, justru kita harus PDKT dengannya. Tapi menurutku sebagai seorang guru juga ia harus mengevaluasi dirinya. Memikirkan bagaimana keberadaannya disukai oleh murid. Jangan merasa selalu benar dan benar. Guru juga manusia. Guru yang kreatif dan komunikatif sangat dibutuhkan bagi penunjang semangat belajar siswa. Yang paling menyebalkan adalah ketika guru sudah berkata ada PR besok dikumpulkan. Mending beberapa soal. Lah ini? Se-LKS braay! Amazing banget kaan! Pelatih kesabaran ini adalah guru agama dan guru TIK di sekolahku. Membuat murid-muridnya sabar menanti hari esok untuk menyontek kepada yang lain. Kadang, orang yang pintar di kelasku saja enggan mengerjakannya. Apa iya sekolahku sering sekali memberikan tugas dan PR? Sampai-sampai murid baru sejak kelas 8 masuk, kini kelas 9 ia keluar? Mungkin mual dengan soal. Hahaha.

Ya, aku sendiri saja tidak tahu dengan temanku ini. Tapi, apa yang diceritakan guruku ketika upacara tentang ada siswa yang keluar gara-gara sering diberikan PR dan tugas, seperti mengarahkan kepada temanku yang memang saat itu jarang sekali masuk tanpa keterangan. Memang sih kebanyakan PR dan tugas bisa membuat kita stres dan tertekan. Belum lagi sang guru ingin tugas itu secepatnya selesai. Belum lagi ada ulangan harian, belum lagi bagi kelas 9 yang lagi runyam-runyamnya memikirkan UN. Kalo flashback tentang tugas, enaknya kelas 8. Banyak sekali tawaran syuting alias sering diperintahkan drama :D pelajaran pendidikan kewarganegaraan pun ikut-ikutan nyuruh menampilkan drama. Ini lagi PAI nyuruh drama juga. Gurunya ituloh yang gak bisa diajak kompromi. Masak iya aku dan teman-teman disuruh untuk menghafal juz a'mma gara-gara kelasku membaca doa nya ngawur. Yaa namanya juga kan engga tahu harus baca doa apalagi. Ada acara belah pojok kanan baca al ikhlas, yang belakang an-nas, pojok kiri al-bayyinah, tengah al-falaq. Semuanya pun saling tatap dan tertawa. Lalu guru PAI ku langsung keluar sedang memperagakan ekspresi pundung.

Tugas yang gak bakal dilupain. Yaiyalah gimana gak lupa, semuanya tidak melaksanakan dengan kompak :D yaa walaupun begitu kami dan guru PAI kami masih berhubungan baik walaupun tugas kami belum dilaksanakan :D hubungan antara siswa dengan guru memang harus terus berjalan. Karena lewat komunikasi, tali silaturahim kita akan semakin kuat dan tidak ada kata gengsi untuk memulai pembicaraan kepada guru ataupun guru kepada murid. Jangan menjadi guru bila ia tidak bisa berkomunikasi. Tujuan guru adalah menyampaikan materi dengan lisan dan gerakan sehingga tujuan tersebut sampai kepada murid. Ada juga loh guru yang gak nyambung ketika sedang berkomunikasi dengan muridnya. Ya seperti pengalamanku ini, wali kelasku merupakan guru olah raga. Ketika ia masuk ke kelasku, ia langsung menanyakan kabar anak didiknya. Beberapa menit, pembicaraannya menjadi tidak nyambung. Guruku malah mengetest berbagai macam vitamin dan contohnya, kepada teman-teman sekelasku -___-"

Ibu dari temanku pernah menjadi korban tidak nyambung wali kelasku ketika sedang mengambil raport, orang tua dari temanku tidak mengerti apa yang diucapkan oleh wali kelas. Temanku cerita, bahwa ibunya saat itu menanyakan tentang ranking, tapi wali kelasku malah menjawab ke arah yang lain :D

Tapi itulah kenyataannya. Dibalik sekolah favorit di kotaku, banyak cerita menarik dan mungkin tidak akan ku temukan di sekolah lain. Banyak orang yang mendambakan sekolah yang bagus dan perfect. Fasilitas lengkap, guru yang nyaman, dan sebagainya. Sekolah pun sama dengan manusia, terdapat kekurangan dan kelebihan. Sekolah tidak akan terlihat lebih jika muridnya tidak lebih/berperstasi. Semoga pendidikan di Indonesia semakin berkualitas dan mengeluarkan generasi bangsa yang berkualitas. Tidak perlu berlogo RSBI untuk fasilitas serba ada dengan biaya yang mahal. Karena fasilitas yang lengkap merupakan hak bagi anak bangsa, terutama bagi anak kurang beruntung yang terpinggirkan oleh perkembangan zaman yang selalu dilandasi oleh uang. Berubahlah untuk pendidikan Indonesia yang lebih baik. Sekarang? Atau Tidak sama sekali!

3 komentar: